Langsung ke konten utama

Memaknai Isra Miraj Melalui Persepsi FPSH-HAM dan Yayasan Petalah

 


Bulan Rajab di kalangan masyarakat Indonesia secara umum  diperingati dengan berbagai aktivitas  untuk mengenang perjalanan nabi besar Muhammad SAW dalam mengembang misi ummat  dalam rangka menjadi Rahmatal Lil Alamin (Rahmat Bagi Alam Semensta). 

Aneka ragam aktivitas  dari berbagai kelompok masyarakat dan suku yang ada di Indonesia  mewarnai  pemaknaan peringatan tersebut,  biasanya lebih identik dengan hari Rajaban. Untuk menghargai   hal ini, melalui  Keputusan Pemerintah  maka pada tanggal kejadian tersebut yakni 27 Rajab 1444 bertepatan dengan 18 Februari 2023 ditetapkan sebagai  hari libur nasional.

Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM FPSH-HAM Jawa Barat  berkolaborasi dengan Yayasan Pettalah (Petta Haji Hasbullah) dalam memperingati Isra Miraj melakukan 2 (dua) agenda :  Pertama  Diskusi dan Dialog Hikmah di Balik Isra Miraj Nabi Muhammad Dalam Dimensi Kehidupan , Sabtu,18 Februari 2023 di rumah Empang Turikale  Kabupaten Bogor. Kedua  Penghijauan  Tanaman Buah-Buahan, Ahad, 19 Februari 2023 di Bogor di Tol Rest Area 88 A Kabupaten Purwakarta.

Menurut Hasbullah Fudail  selaku Ketua Yayasan Petalah dalam penyampaiannya, bahwa Isra Miraj  sebagaimana dalam Alquran   Surah Al-Isra Ayat 1 berbunyi  "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Isra Miraj dalam pandangan Hasbullah sesungguhnya  bisa dimaknai dalam  3 (tiga) Hikmah yaitu :

1.Menguji Keimanan dan Ilmu Pengetahuan

Setelah Rasulullah  menunaikan Perjalanan  dari mesjidil Haram (kota Mekka) ke mesjidil Aqsa (kota Palestina) kurang lebih 500 Km,  lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (langit ketujuh jarak tak terbilang), bertepatan dengan 10 tahun kenabian Muhammad  (setara umur nabi 50 tahun karena menjadi Rasul umur 40 tahun).  Perjalanan ini  secara langsung  menguji  keimanan para sahabat sekaligus eksistensi  ilmu pengetahuan . Para Sahabat nabi terbelah menjadi tiga golongan yaitu : 1. Haquul yakin  percaya ( Abu Bakar): 2. Ragu-Ragu: 3 . Kembali Murtad.

Sebagai  Paman Nabi, Abu Jahal yang tidak diberi hidayah memeluk islam, Dia menjadi panitia pertama peringatan Isra Miraj  dengan mengumpulkan masyarakat Mekkah untuk menyampaikan  kebohongan dakwah Muhammad. Momentum Isra Miraj ini sebagai  senjata  untuk menyampaikan kepada  warga Mekkah , bahwa apa yang dilakukan Muhammad adalah  ilusi dan kebohongan. Karena secara akal pikiran bagaimana mungkin seseorang  bisa melakukan perjalanan dengan jarak  sejauh ribuan kilometer  tampa menggunakan sesuatu  dan hanya dilakukan dalam waktu semalaman. 

2.Implementasi Perintah Wajib Shalat

Intisari  perjalanan Muhammad tersebut sesunguhnya adalah perintah  untuk menunaikan ibadah shalat kepada ummat islam ketika  melakukan perjumpaan dengan Allah Subhanahu Wataalah. Dalam kisah  tersebut,   awalnya Allah mewajibkan  untuk melakukan ibadah shalat dalam  50 waktu, karena berbagai masukan  dan untuk memudahkan ummatnya, maka  Rasulullah  meminta  kepada Allah bahwa shalat yang diwajibkan kepada ummatnya yaitu  dalam 5 waktu mencakup :  Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan  Isyah. 

Lima waktu  inilah yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah shalat  yang wajib ditunaikan  oleh ummat islam saat ini. Lalu hubungannya dengan shalat Jumat, keberadaannya  dalam  ibadah wajib  kapan  diturunkan,  karena dalam realitasnya shalat Jumat  tidak menjadi  perintah pertama dalam  menunaikan  kewajiban shalat 5 waktu. Jika ada ummat  islam yang tetap melaksanakan shalat Dhuhur setelah  shalat  Jumat, maka itu adalah penafsiran atas perjalanan Isra Miraj yang mewejibkan shalat 5 waktu  tidak termasuk shalat Jumat, karena perintah shalat Jumat datangnya  dbelakangan  waktu.

3.Urgensi Pentingnya Guru Berzanad

Ketika Rasulullah menjalani  Israh Miraj selalu  dibimbing dan ditemani oleh malaikat Jibril sebagai  petunjuk dan pembimbing dalam menerimah  perintah Allah. Bahwa  sebagai  ummat islam, maka wajib kita untuk selalu  berguru  untuk dibimbing  dalam persolan dunia maupun akhirat.

Persoalannya ditengah  kemudahan berbagai teknologi  saat ini,  banyak orang  mulai mengabaikan  peran guru  sebagai pembimbing  kehidupan  baik  bersipat Jasmanai maupun Rokhani. Dengan teknologi  Embah Google dan Youtube sebagian ummat islam  langsung  mau memahami Alquran dan Hadist, tidak perlu lagi kita  berguru atau bermahzab. Bagaimana mungkin kita bisa  memahami Alquran dan Hadits secara langsung tanpa melalui guru, karena kedua dasar tersebut lahir juga dari berbagai  penafsiran  para ulama atau mahzab. 

Di tengah banyaknya pengakuan guru – guru jadian  yang  sesungguhnya  secara subtansi dia bukan seorang guru, maka diperlukan  guru yang mempunyai referensi yang jelas zanad keilmuwannya. Oleh karena itu  silahkan  mencari ilmu   kepada guru-guru yang berzanad, demikian Hasbullah . 

Selain itu, acara  Kajian dan Diskusi  ini juga  menghadirkan naras Sumber Cesar Poeleman Ketua Yaysan 3B sebagai  pengantar  acara sebelum dilakukan diskusi dan Tanya Jawab.  Juga dihadiri Ida Suci Mandiri Sari Pembina Fpsh HAM serta  perwakilan FPSHHAM Kota/Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bandung dan Kota Cirebon  .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ribuan Pelajar Sadar Hukum Jabar Dikukuhkan Menjadi Duta Hukum dan HAM Jawa Barat

  Bunda Suci dalam kegiatan pengukuhan Pada tanggal 22 Juli 2024, Kota Bandung menjadi saksi acara yang penuh semangat dan inspirasi saat Gedung Pusda’i di Jalan Dipenogoro dipadati oleh pelajar jenjang SMA, SMK, dan MA. Mereka datang dengan antusias untuk mengikuti acara Pengukuhan Duta Hukum Jawa Barat Tahun 2024. Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan dari Forum Pelajar Sadar Hukum - HAM (FPSH) Jawa Barat, yang bertujuan untuk memupuk karakter dan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Pada tahun ini, FPSH Jawa Barat menerima lebih dari 6.000 pendaftar yang antusias. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.053 peserta berhasil lolos setelah mengikuti proses rekrutmen dan asesmen ketat untuk menjadi Duta Hukum. Duta Hukum yang terpilih diharapkan akan menjadi agen perubahan yang mempengaruhi generasi muda untuk memiliki karakter kuat dan handal. Bunda Suci, sebagai pembina harian para Duta Hukum, menjelaskan bahwa FPSH bertujuan untuk membentuk karakter melalui p...

Bunda Suci: "Kunci Sukses Para Duta Hukum adalah Dukungan Sekolah"

Kompetisi yang berlangsung ketat ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. Tim Jawa Barat menunjukkan keunggulan dalam pemahaman materi HAM, penyelesaian studi kasus, serta kecakapan menjawab pertanyaan kritis. Keberhasilan mereka diapresiasi sebagai hasil kerja keras dan kolaborasi tim yang solid. Bunda Suci, yang dikenal sebagai figur inspiratif dan pembina andal, berperan penting dalam mempersiapkan para duta. “Kami selalu menanamkan nilai-nilai keberanian, keadilan, dan pemahaman mendalam tentang HAM. Saya bangga melihat dedikasi mereka yang luar biasa,” ujar Bunda Suci dalam sambutannya setelah pengumuman hasil lomba. Duta Hukum dan HAM Jawa Barat kini bersiap menghadapi tantangan selanjutnya di babak final yang akan digelar bulan depan. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, tim ini diharapkan mampu membawa nama Jawa Barat ke puncak prestasi. Duta Hukum dan HAM Jabar yang mewakili FPSH-HAM Jawa Barat terus menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan pemaha...

Prof. Dr. Cecep Darmawan sambut positif launching buku Koppeta HAM Jabar dengan judul kebangkitan pelajar di Era KDM

Bandung, 17 Juni 2025 – Dalam rangka memperkuat literasi hak asasi manusia di kalangan generasi muda, Komunitas Penggerak Peduli dan Pemajuan HAM (KOPPETA HAM) Jawa Barat resmi meluncurkan buku bertajuk “Kebangkitan Pelajar Jawa Barat di Era KDM (Kesadaran Digital Manusiawi)”. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Balai Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Barat ini juga dirangkaikan dengan agenda penguatan kapasitas fungsionaris KOPPETA HAM sebagai kader pelajar peduli HAM di lingkungan Jawa Barat. Acara ini dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Bapak Hasbullah Fudail, yang dalam sambutannya menyampaikan: > “Buku ini adalah tonggak penting dalam membangun sinergi antara pelajar, masyarakat sipil, dan negara dalam menegakkan nilai-nilai hak asasi manusia. Dalam era KDM, pelajar tak lagi hanya menjadi objek edukasi, tetapi agen perubahan yang melek teknologi, sadar hak, dan mampu bersuara lewat kanal intelektual. Kami dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat sanga...